Menuju Florida, Perhentian Kedua

Seri tulisan dari USA Trip – Juli 2010

***

Negara bagian kedua yang kami kunjungi dalam program ini adalah Florida. Letaknya jauh di selatan Washington DC. Florida punya banyak pantai, karena itulah pariwisata menjadi salah satu andalannya. Menurut yang saya dengar saat itu, kami akan menginap di hotel dekat pantai. Yippiiee!!

Pada hari terakhir kami di DC, kami mengambil penerbangan langsung ke Florida dari Reagan National Airport. Reagan adalah bandara lain di Washington DC/Virginia yang khusus melayani penerbangan domestik.

Di Reagan National Airport, kami menggunakan self check in counter. Tersedia mesin untuk penumpang check in hanya dengan memasukkan nomor konfirmasi dan data-data lainnya pada e-ticket. Kartu kredit digunakan untuk membayar uhm, rasanya airport tax, kali ini tentu saja kami menggunakan kartu kredit Serge. Terakhir, mesin mencetak boarding pass & baggage tag untuk bawaan kami. Satu lagi praktek self service society yang kami pelajari di negara ini.

Reagan National Airport

Self Check In counter

Kami menggunakan penerbangan US Airways. Butuh waktu sekitar 2 jam untuk sampai ke Tampa, Florida. Kami tiba di Tampa International Airport sekitar jam 07.00 PM. Tentu saja masih terang. Bandara Tampa terlihat cantik, penuh gambar alam di mana-mana. Nuansanya liburan banget, berbeda dengan Dulles International Airport & Reagan National Airport yang kami kunjungi sebelumnya.

Rupanya mobil jemputan sudah menunggu kami. Tepat waktu seperti semua pertemuan-pertemuan kami lainnya di AS. Mobil dari His & Hers Limousines tersebut membawa kami ke St. Petersburg, kota kecil di tepi pantai tempat kami akan menginap.

Perjalanan ke kota St. Petersburg memakan waktu sekitar satu jam perjalanan. Kami melewati jembatan dan pantai. Kota St Petersburg sendiri memang kecil dan rapi. Ada banyak toko, cafe, butik baju dan galeri seni yang berbaris dekat pantai.

Tampa International Airport

Inside the Tampa Airport train

Touch down Tampa

Vinoy Renaissance Resort, St Petersburg

Vinoy Renaissance Resort, bagian dari jaringan Marriott Hotel, tempat kami menginap adalah sebuah hotel antik. Kabarnya hotel ini dibangun pada awal tahun 1920-an, jadi yaa memang cukup tua. Perabotan di lobinya pun tak kalah cantik, antik & menarik. Sayangnya kami dilarang memotret di lobi hehehe. Begitu masuk ke lobi hotel, dinginnya AC langsung terasa. Berbeda jauh dengan cuaca panas khas pantai di layar.

Besok harinya adalah hari bebas yang bisa kami gunakan untuk cultural activities. Awalnya, kami datang ke Sail Tampa Bay 2010 di Tampa. Di festival tersebut, kami melihat beberapa kapal layar besar dari berbagai negara. Tapi kami nggak jadi naik ke salah satunya karena antriannya panjang banget. Kami pun tidak terlalu tertarik untuk berlayar.

Setelah pemungutan suara,maka diputuskan bahwa kami akan ke The John and Marble Ringling Museum of Art di Sarasota. Sarasota adalah sebuah kota pantai kecil di selatan St. Petersburg. Perjalanan ke sana memakan waktu 2 jam lewat jalan yang (memang) bebas hambatan.

Tulisan selanjutnya: Wisata Museum di Florida

3 thoughts on “Menuju Florida, Perhentian Kedua

  • November 26, 2010 at 2:55 AM
    Permalink

    ratu travelling nih! mantap banget reportasenya!
    jalan terus, Dit!!!

    Reply
  • January 20, 2011 at 1:58 PM
    Permalink

    Tampa – Florida. Mantaps, sampai juga ke sana!

    Fakta menarik dari USA:

    Di setiap negara bagian, sistem pemisahan fungsi kota bisnis dan administratif diterapkan dengan baik. Contoh: Kota terbesar dan terpadat penduduknya di kawasan USA adalah Florida. Negara bagian ini punya kota terkenal – Miami – ternyata bukan ibukota negara bagian tersebut. Florida beribukota di Tallahasse, nun jauh di utara, sedangkan Miami berada di sudut selatan. Begitu juga negara bagian Alabama, kota terbesarnya dipinjamkan dari satu nama kota di Inggris, bernama Birmingham, sementara ibu kota pemerintahan berada di Montgomery. Sama halnya dengan negara bagian California (wilayah California, kurang lebih seluas pulau Sumatera), menjadikan Sacramento sebagai ibukota pemerintahannya, sementara kota bussiness-nya – Los Angeles – terletak pantai barat.

    Ngintip dari buku ke-2 Mabuk Dolar!

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Are you human? * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.