Pesona Danau Kembar di Solok

Solok merupakan kabupaten yang kaya akan danau-danau indah. Tak kurang dari empat danau terdapat di sana, yaitu: Danau di Atas, Danau di Bawah, Danau Singkarak dan Danau Talang. Saya sungguh beruntung bisa mengunjungi beberapa di antaranya dan menikmati keasrian alamnya.

Tujuan pertama saya dan Kinanti pagi itu adalah Danau di Atas dan Danau di Bawah yang sering disebut juga sebagai Danau Kembar. Danau Kembar memang terdiri dari dua danau yang terpisah jarak sekitar 1 km. Meskipun dibilang kembar, keduanya sungguh berbeda baik dari luas, bentuk maupun ketinggiannya. Kita bisa melihat keduanya bersamaan bila sedang berada sangat tinggi, mungkin ketika sedang berada di atas helikopter.

Kami berangkat dari Kota Padang pada jam 10 pagi ketika cuaca masih cerah. Di Lubuk Aluih, kami mengambil jalan ke kanan untuk menuju arah Solok, kabupaten di mana kedua danau tersebut berada. Hutan pinus, perkebunan teh dan lembah berada di kiri kanan yang kami lewati dari kala itu. Hijau di mana-mana.

Setelah sekitar 3 jam perjalanan, sampailah kami ke danau pertama, yaitu Danau di Atas. Untuk mengunjunginya,  kami harus membayar tiga ribu rupiah per orang kepada seorang pemuda. Ketika kami meminta tiket masuk, pemuda tersebut hanya berkata, “Danau ini sekarang diurus sama pemuda sini”. Ini berarti kami tidak mendapat tiket. :(

Danau di Atas adalah danau yang lebih besar dibanding satunya. Terdapat sebuah dramaga kayu kecil di sana. Sejumlah anak kecil tampak sedang bermain dan membantu bapak-bapak yang mencuci dan menjemur pakaian inflatable water park di sana. Tidak ada pengunjung lain selain grup kami kala itu. Sayang sekali, padahal tempat ini menyajikan pemandangan danau yang alami dengan air yang bening. Pohon-pohon pinus yang tumbuh di tepian membuatnya seakan dijaga pagar alami.

Danau di Bawah yang dilihat dari atas

Danau di Atas tertutup mendung

Cuaca mendung membuat kami tak bisa berlama-lama di sana. Kami beranjak menuju tujuan kedua, yaitu Danau di Bawah yang berjarak kira-kira 1 km di tempat yang terletak lebih tinggi. Uni Miya, pendamping kami, bercerita bahwa danau tersebut dinamakan Danau di Bawah karena, ketika melihatnya, danau tersebut terletak di bawah kita.
Maksudnya, kita harus berjalan ke tempat yang lebih tinggi untuk melihat danau tersebut. Setibanya di depan pintu masuk, seorang pemuda langsung mematok bea sebesar Rp.20.000,- untuk mobil kami yang berisi empat orang. Sempat ada tawar menawar, namun dia bersikukuh dengan permintaannya. Lagi-lagi, kami tidak mendapat tiket masuk.

Perjalanan panjang dan mendaki kami itu terbayar dengan pemandangan Danau di Bawah yang memang indah. Kontur Alahan Panjang yang berbukit-bukit, membuatnya seperti mangkok hijau raksasa. Terdapat sejumlah kebun sayur dan pesawahan di sekelilingnya. Tanah dan iklimnya yang sejuk membuatnya jadi tempat yang sesuai untuk berbagai bunga dan buah-buahan.

Anak-anak kecil yang bermain di dermaga

Anak-anak warga sekitar

Danau di Atas

Danau di Bawah

Ya, Danau Di Atas dan Danau di Bawah memang menyajikan pemandangan alam yang masih cantik dan apa adanya. Namun jangan berharap bisa menemui fasilitas wisata yang mewah di sini. Ketiadaan tiket masuk, bangunan cottage dan restoran yang tampak seperti rumah hantu, dan sampah yang tersebar di beberapa sudut cukup menjelaskan seperti apa pengelolaan wisata danau ini.

Tertarik dengan wisata danau dan perbukitan? Saya yakin anda pun akan menyukai keindahan Danau Kembar ini. Cantiknya alam meninggalkan kesan yang menyenangkan. Seperti perasaan yang kami dapatkan dari sana.

5 thoughts on “Pesona Danau Kembar di Solok

  • November 19, 2010 at 10:03 PM
    Permalink

    Asyik nih ya Mbak Jalan2 terus…
    he.he..

    Reply
  • November 20, 2010 at 5:11 PM
    Permalink

    yuuupp…sayangnya pengelola wisata di sumbar sangat kurang, padahal kondisi alamnya sagat mendukung skali

    Reply
  • December 23, 2010 at 8:54 AM
    Permalink

    Woooww….
    Btw , kok bisa jalan2 terus, Mbak… Padahal kerja kan, ya…. Terus aktif di komunitas juga…. Lalu aktif menulis di berbagai blog juga…. Waah, gimana bagi waktunya, tuh…..

    Reply
  • July 31, 2012 at 6:26 AM
    Permalink

    Saya pernah kesana waktu menjalankan kuliah lapangan. saya nginap di salahsatu cottage. Memang sih sedikit menyeramkan, tapi asalkan berbuat baik gk masalah. Sempat terjadi hal2 yang menganehkan dan mistis di cottage sebelah disebabkan teman-teman saya disana melanggar aturan.

    Seandainya tempat wisata sana lebih dibenahi, pasti akan banyak pengunjungnya.

    Sumatera Barat sebenarnya bisa menjadi objek wisata klas dunia. Karna, semuanya ada disini. Mulai dari air terjun, perbukitan, danau, pantai gunung merapi dan lembah.. pokoknya komplit deh…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Are you human? * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.