Low Budget (but High Income) Traveling ala Hartono Rakiman

Trik Melipat Serbet bareng penonton

Perkenalan Mas Har (panggilan Hartono Rakiman) di Obrolan Langsat #klubuku kali ini dilakukan dengan cara unik yaitu menunjukkan kebolehannya melipat serbet (napkins folding). Support skill ini berguna untuk menghibur tamu dan tip sebagai tambahan pemasukan. Keterampilan ini dipelajarinya sewaktu bekerja di kapal pesiar, cara yang dia lakukan untuk berkeliling dunia. Menurutnya banyak keuntungan yang didapat, selain zero expenses (karena semua biaya hidup ditanggung perusahaan kapal pesiar), penghasilan yang terbilang besar dan kesempatan berkunjung ke banyak negara.

Pingin ke luar negeri & sekaligus dapat income? Cobalah cara Mas Har. Lulusan Hubungan Internasional UGM ini mengambil pendidikan D1 Perhotelan demi bisa bekerja sekaligus mencapai mimpinya keliling dunia. Lalu voila… kesampaianlah dengan cara bekerja sebagai waiter di kapal pesiar!

Traveling gratis keliling dunia ini didapatnya di sela-sela waktu bekerja. Misalnya saat kapal berlabuh di suatu negara dan ada pergantian tamu kapal atau saat kapal mondok karena ada perbaikan. Kunjungannya ke darat ini bisa selama beberapa jam atau bahkan sampai dua minggu seperti yang pernah dialaminya ketika kapal harus diperbaiki di Seattle, United States. Seru juga!

Dengan bekerja di kapal pesiar dan mengunjungi banyak negara, banyak hal yang dialaminya. Dari suka dan duka bekerja di kapal pesiar, teman-teman baru yang dikenalnya di setiap kunjungan, sampai godaan dari mulai uang sampai ehm, ranjang. Cerita-ceritanya lalu dibukukan dalam Mabuk Dollar di Kapal Pesiar terbitan Rumah Baca.

Buku dari Mas Har

Sstt.. penghasilan bekerja sebagai kru (waiter) di kapal pesiar lumayan menggiurkan lho, bisa sekitar 20 – 40 juta rupiah/bulan termasuk tip. Ini adalah nilai besar uang yang harus dibayar dengan kerja keras di kapal pesiar, di tengah lautan, jauh dari tanah air dan di antara ribuan orang asing yang berada di the floating hotel tersebut. Salah satu syarat utama untuk bisa bekerja sepertinya adalah keterampilan berbahasa Inggris yang baik dan telah menempuh pendidikan di Akademi Perhotelan.

Penampilan Mas Har ditutup dengan atraksi sulap memakai kartu yang juga jadi salah satu andalannya untuk menghibur tamu. Ya, saya terhibur dan makin termotivasi mendengar ceritanya! Cari kerja di luar negeri juga yuk? Hihihi

9 thoughts on “Low Budget (but High Income) Traveling ala Hartono Rakiman

  • January 20, 2011 at 1:46 PM
    Permalink

    Biar kagak bisa datang di obrolan langsat, ntar aja ungkap langsung via narasumbernya(HR), karena dia teman kerja di LSM selama 5 tahun plus sekarang ini didunia konsultan. kapan har ngarang buku ” cara bijak ? cari donor LSM”. Selamat.

    Reply
  • January 20, 2011 at 3:33 PM
    Permalink

    Buku-buku semacam itu (cara bijak mencari donor LSM, pemberdayaan masyarakat, dll) bagus, cuma bakalan nggak laku, he….he…. saya justru sedang ngomporin teman-teman yang sekarang jadi expatriat utk menuliskan pengalamannya. Misalnya: petualangan di negara-negara yg berakhiran AN: kazakthan, usbekistan, afganistan, pakistan, dll. Itu baru eksotik!

    Reply
  • January 20, 2011 at 4:07 PM
    Permalink

    Bukan tombo gelo tapi tambah gelo kRn gak jadi hadir he..he.. tapi diikuti dimilis terus.

    Reply
  • Pingback: Obrolan Langsat | Mabuk Dolar di Kapal Pesiar

  • September 15, 2016 at 11:21 AM
    Permalink

    Terima kasih info tentang ini sangat bermanfaat.
    Oiya sekedar info nih, bekerja di kapal pesiar berpenghasilan tinggi lho.. Bahkan bisa sekaligus keliling dunia dan itupun dibayar gaji yang besar..
    Semoga website ini terus menyajikan info yang menarik dan bermanfaat bagi pengunjung dan pembaca.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Are you human? * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.