Low Budget Traveling ala Elok Dyah Messwati

Buku karya Elok Dyah

Mari kenalan dengan Elok Dyah Messwati yang (siap-siap ngiler..) selama tahun 2010 saja berkunjung ke 20 negara. Jurnalis Kompas ini lebih sering melakukan perjalanan ke luar negeri dengan menabungkan pendapatannya. Prinsipnya adalah jalani hidup seperlunya saja, mungkin gini kira-kira maksudnya: kalau punya keinginan jalan-jalan keluar negeri jangan boros beli barang mahal, beli seperlunya saja sesuai fungsi. Dia punya segudang cara untuk menyiasati biaya perjalanan jauh, dengan memperhatikan komponen utama traveling: akomodasi, transportasi, konsumsi dan tempat wisata.

Rangkuman tips-tips dari cerita Elok Dyah adalah:

  1. Punya paspor, gimanapun paspor adalah syarat pertama & utama kalau ingin pergi keluar negeri.
  2. Pesanlah tiket sejak jauh hari & manfaatkan periode penjualan tiket promo dari berbagai maskapai. Gabung juga jadi member di beberapa situs maskapai supaya dapat notifikasi kalau ada penjualan tiket promo. Rajin-rajin juga cek situs-situs maskapai untuk pesan tiket promo!
  3. Ikut komunitas backpacker dunia, misalnya Hospitality Club dan Couch Surfing. Couch Surfing adalah jaringan backpacker dunia yang memberikan tumpangan gratis di rumah untuk sesama anggotanya.
  4. Merasa bikin visa itu sulit? Mestinya nggak kalau mau penuhi aturan. Punya saldo bank puluhan juta rupiah nggak menjamin dapat visa ke Eropa. Hal yang dilihat kedutaan asing adalah cash flow yg teratur/konsisten karena menunjukkan bahwa kita punya pekerjaan dan akan kembali ke Indonesia. Terkait isu ini, beruntunglah yg punya pekerjaan tetap karena bisa punya kesempatan lebih besar untuk mendapatkan visa.
  5. Di Asia Tenggara, negara yang mengharuskan visa hanya tiga. Kalau belum pernah ke luar negeri, puas-puasin dulu ke negara-negara yang tanpa visa atau visa on arrival supaya stempel paspornya banyak dan menunjukkan kita pengalaman ke luar negeri. Ini berguna kalau mau apply visa nantinya.
  6. Sudah ikut Couch Surfing? Buatlah profil semenarik & seinformatif mungkin untuk memberikan info yang cukup bagi member lain supaya mau tinggal di tempat kita, begitupun sebaliknya. Reputasi di Couch Surfing antara lain ditandai dengan jumlah rekomendasi positif yang diberikan oleh sesama anggota. Modal di komunitas ini adalah trust!

Ada tips lain? Kalau ada yang terlupa akan saya tambahkan kemudian. 😀

Mbak Elok juga menceritakan beberapa pengalaman teman-temannya. Salah satu yang kuingat adalah bahwa mungkin saja untuk hidup di Eropa dengan dana Rp.500 ribu saja. Teman Mbak Elok sudah melakukan dengan nebeng mobil antar kota & tidur di tempat member Couch Surfing. Jujur.. saya sih nggak berani sampai yang kayak gini. :mrgreen:

Salah satu inti dari traveling kan adalah pertukaran kebudayaan dengan orang-orang asing. Soal hal ini,saya setuju pada pendapat Lucia Nancy bahwa ada baiknya kita berwisata di Indonesia dulu supaya tahu tempat-tempat keren di Indonesia dan bercerita tentang budaya yang bisa ditemukan di Indonesia.

Di akhir Obsat, Mbak Elok memberikan tiga bukunya yang berjudul Backpacking Hemat ke Australia untuk doorprize dan satu untuk saya sebagai moderator :mrgreen:  Bukunya tebal, informatif dan  banyak foto-foto! Pingin juga? Pesan aja via backpackerdunia@yahoo.com.

Hikmah dari Obrolan Langsat kali ini: kita harus berani jalan jauh. Kendala untuk backpacking pasti ada, tapi dengan tekad yang kuat dan trik-trik di sana sini, pasti bisa teratasi. Jadi pengen ikuti jejaknya juga deh!

16 thoughts on “Low Budget Traveling ala Elok Dyah Messwati

  • January 20, 2011 at 4:22 PM
    Permalink

    Nona Dita,
    thanks ya rangkumannya….
    sangat padat dan benar-benar sesuai dengan isi Obrolan Langsat kemarin…:)

    cheers,
    elok

    Reply
  • Pingback: Tweets that mention Low Budget Traveling ala Elok Dyah Messwati | nonadita -- Topsy.com

  • Pingback: Banyak Cara Menuju Travelling – Obrolan Langsat

  • May 1, 2011 at 5:04 AM
    Permalink

    wow keren, bisa gitu ya ternyata, harus mulai ngurangin pola hidup konsumtif nih
    anyway, thanks for tips backpacking nya

    salam

    Reply
  • January 27, 2012 at 7:02 PM
    Permalink

    wow…..
    pengen keliling dunia rasax

    Reply
  • April 23, 2012 at 4:36 PM
    Permalink

    Slm backpacker,

    Kami brencana Umrah plus ke Masjid Aqsho di Palestina.

    Mhn saran bpk/ibu utk memuluskan travel kami. Trimaksih.

    Reply
    • June 24, 2012 at 10:51 AM
      Permalink

      Mohon maaf saya tidak punya info ataupun pengalaman ke Palestina. Mungkin pembaca lain ada yg bisa membantu?

      Reply
  • June 21, 2012 at 6:23 PM
    Permalink

    mBak, aq mah brani jalan sendiri. org nginap di kampung Rambutan (waktu itu aku dari Bandung) nunggu Damri Bandara jam 4 subuh juga pernah. Nginap di Gambir dari Bandung juga, nunggu Damri bandara sudah. nginap diterminal bis Seremban Malaysia nunggu bus pagi mo ke Selangor pernah jg. agak repot divisa. urusan saldo bank. krn aq di Sumatra. mo ke Jkt, waktunya… kerjaanku reguler sih. Bisa semangati aq soal si Visa ini? kata backpacker di internet sih, kalo urus sendiri, dana ga perlu besar. Luar Negri aq cm pernah ke My. Semangatin u ngurus visa dong mBak. How??? biar tembus :((

    Reply
    • June 24, 2012 at 10:49 AM
      Permalink

      Wow keren sekali, saya belum pernah solo traveling di luar urusan business trip. Kalau untuk leisure, prefer ada teman jalan.

      Mengenai visa, maksudnya ke negara mana ya? Kalau ke negara2 ASEAN, relatif mudah karena sebagian besar visa on arrival. Kalau dari tips2 para traveler, pelajari aturan pembuatan visa sejak beberapa bulan sebelumnya. Tentu dari website resmi kedutaan. Kl menurut Mb Elok, bila ada alur dana reguler yg memadai di rekening koran, akan memudahkan pemberian visa. Karena itu menunjukkan bahwa kita punya pekerjaan di Indonesia dan tidak berencana menjadi imigran gelap.

      Saya pernah ke USA dan Pakistan, namun atas undangan pemerintah setempat sehingga pengurusan visa lancar.

      Reply
  • February 6, 2013 at 3:50 PM
    Permalink

    salam kenal mb…
    dalam waktu dekat ini, sy berencana ke paris & sekitarnya (Belanda)…tiket sudah di tangan..rencana sy bulan mei…yang ingin sy tanyakan…ada trik yg laen utk mendapatkan visa schengen? sedikit cerita, pekerjaan sy sbg pns, dan sekarang sdg tugas belajar alias kuliah lg…selama waktu tugas belajar ini sy memanfaatkan waktu utk fokus kuliah dan travelling, karena klo sy sudah kembali bekerja hal itu (travelling) sangat sulit utk sy lakukan. nah yg menjadi pikiran sy, bagaimana sy bisa mendapatkan visa schengen, sedangkan di situ tertulis jelas ada surat rekomendasi dari atasan…wow..bisa2 d gantung sy sm bos d kantor, klo mereka tau sy bakalan traveling k eropa..gimana ya mb? mgkn sy bisa dpt visa melalui bantuan agen travel, atau ada cara lain menyiasati hal ini…mohon infonya mb…tks b 4..

    Reply
    • February 12, 2013 at 3:19 PM
      Permalink

      Hi Astrie,
      Mohon maaf saya belum pernah apply/mendapatkan visa Schengen sehingga nggak bisa memberikan tips2. Saranu tanya langsung ke mb Elok Dyah atau posting pertanyaan di group FB Backpacker Dunia.

      Reply
  • March 26, 2013 at 8:39 PM
    Permalink

    Hi mbak, terimakasih atas postingannya yang bermanfaat. Saya mau nanya, kira kira summer ini ada rencana ke jerman dan kebetulan saya dapet surat rekomendasi dari relatif yang bekerja di kbri sana. Kira2 itu seberapa ngaruhnya ya mbak sama approval visa-nya? Makasih :)

    Reply
  • July 3, 2013 at 8:14 PM
    Permalink

    Wah sepertinya bukunya mba Elok Dyah keren juga. Harganya berapa ya mba? Thanks.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Are you human? * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.