Terpesona Fort Rotterdam & Museum La Galigo

Bila punya kesempatan menjelajah waktu, masa lalu Indonesia pastilah jadi salah satu tujuan utama saya. Saya tertarik untuk menyaksikan proses pembangunan bangunan-bangunan menakjubkan yang kita kenal sekarang. Sebutlah Candi Borobudur yang menjulang megah di tanah Magelang, atau benteng-benteng yang dibangun selama masa penjajahan.

Saya senang ketika beberapa waktu lalu berkesempatan mengunjungi Fort Rotterdam. Benteng yang dibangun di tepi Pantai Losari ini konon merupakan benteng terbesar warisan Kerajaan Gowa. Dibangun sekitar abad ke-15, Fort Rotterdam merupakan benteng pertahanan Makassar yang konon terkenal akan kehebatan armada lautnya. Benteng ini menyisakan keindahan arsitektur peninggalan Belanda masih bisa dinikmati hingga saat ini. Mumpung sedang di Makassar, Tristram (US Embassy Jakarta) mengajak saya dan Mbak Nia untuk berkunjung ke sana.

Fort Rotterdam 1 Fort Rotterdam 2

Fort Rotterdam sepi pagi itu. Hanya ada kami dan para karyawan yang berjaga di sana. Tak ada tiket masuk, hanya permintaan sumbangan sukarela yang tidak ditentukan besarnya. Tentu untuk menunjang perawatan kompleks benteng ini bukan? Tidak ada guide, mungkin karena rombongan kami cuma bertiga. 🙄

Kabarnya inilah benteng peninggalan Belanda dengan perawatan terbaik di Asia. Ada beberapa bangunan besar di sana. Kami segera terkagum pada bangunan tua yang masih terpelihara dengan baik tersebut. Pintunya tinggi-tinggi dengan jendela kayu bermodel lancip. Sebagian besar arsitektur lama bangunan masih dipertahankan dan kita bisa saksikan bentuk aslinya. Di masa lalu, pastinya ini merupakan salah satu bangunan yang indah ditambah pemandangan pantai Losari yang menawan. Benteng ini sekaligus merupakan tempat pengasingan Pangeran Diponegoro setelah ditipu Belanda pada tahun 1930.

Jendela Bangunan Rotterdam Tembok Benteng Rotterdam Lorong Rotterdam 9

Sisa tembok batu benteng yang tebal bisa dilihat di bagian Timur. Dari tembok tinggi ini, kita bisa melihat bagian luar benteng yang kini dipenuhi bangunan milik penduduk. Bukan lagi tanah kosong seperti awal pembangunan benteng tersebut. Bila dilihat dari angkasa, sisi terluar kompleks benteng ini berbentuk penyu yang naik dari laut. Kepala penyu merupakan lapangan dengan tiang bendera terpancang pada ubun-ubunnya.

Fort Rotterdam 6
Tembok Benteng Rotterdam Fort Rotterdam Makassar

Salah satu bangunan yang dulunya adalah gudang, kini menjadi museum La Galigo. Museum yang mengambil nama dari epos terkenal kebanggaan orang Bugis ini menyimpan beragam warisan kebudayaan orang bugis. Ada miniatur perahu yang cantik, alat bercocok tanam (termasuk kalender masa tanam) dan bermacam alat transportasi tradisional yang digunakan orang Bugis di masa lalu.

Di lantai dua, kami menyaksikan bermacam pakaian tradisional, alat tenun dan alat musik. Ada juga ruangan pelaminan Bugis yang berwarna meriah dan penuh ornamen keemasan. Bling-bling banget.. :mrgreen: Untuk masuk ke museum ini, ada tiket masuk yang harus dibeli (lupa berapa 😀 ), dan ada brosur berisi info seputar Museum La Galigo. Brosur berbahasa Indonesia untuk saya, brosur berbahasa Inggris diberikan untuk Tristram.

Tengah hari kami meninggalkan kompleks benteng. Di luarnya ada serombongan pemuda berseragam yang tampaknya bersiap berwisata. Bila nanti berkunjung ke Makassar, sempatkanlah berkunjung ke sana. Di dalamnya, mungkin anda bisa merasakan perjalanan waktu ke masa yang berbeda.

Bonus:
ebook Fort Rotterdam, a Dutch Stronghold at Ujung Pandang dari situs Rendez Vous Batavia

60 thoughts on “Terpesona Fort Rotterdam & Museum La Galigo

  1. Inget bangunan belanda
    jadi inget Lawang Sewu.

    Waa, pantai losari yang ada tulisannya gede2 itu ya.
    dah kayak trademark tuh.
    tapi kayaknya Makassar kotanya Panas banget.

    *salam kenal :mrgreen: *

  2. Sebenarnya paling enak ke benteng ini tuh pas menjelang sunset. Karena pemandangan pantai losari diliat dari benteng ini sangat apik pas sunset. Hehehehe.

    I saw you at PB 2009, but you seemed so busy that I didn’t address you.

  3. Fort Rotterdam nama aslinya Benteng Penyyua (Jum Ujung Pandang) karena bentuknya seperti penyu dan digunakan utk markas pasukan elit maritim Gowa.

    Benteng ini jatuh ke tangan Belanda setelah perjanjian Bungayya tahun 1667.

  4. Alow.. Salam kenal dari sesama blogor..
    Blognya keren banget nih non…
    sayang tidak ada space untuk bertukar link.. Hehe.. Tapi, link mbak saya pasang di blog saya ya..

  5. Kalo menjelajah ke masa lalu nanti ikutan perang dong, hehehe…
    Benteng yang paling gampang diinget sepanjang pelajaran sejarah di sekolahan, hehehe
    Next Stop…Benteng Fort Rotterdam ^_^

  6. wah,,,, aku jdi inget benteng yang ada di bengkulu,,, kalo gak salah namanya benteng marlborough, terakhir aku kesana masih kelas 3 SD (sekarang udah 2 tahun lulus kuliah) ,,, waks,,,, benteng yang satu itu dekat dengan teluk …. katanya banteng itu emang sengaja untuk melindungi bengkulu nya… ^___^
    hm, suka jalan2 yah? lain kali boleh nih aku tunggu ajakan jalan2nya…. heuheu

  7. waow boleh tahan juga nich pusaka. tanpa karcis tapi tetap indah… bukan main.
    nondita boleh di selusuri dong penyandang dana siapa tahu ada yang punya situs sejarah menghubungi mereka.
    saran doang. Thanks.

  8. waktu disana saya sempat masuk selnya Pangeran Diponegoro.. lega juga ya… nyaman, walaupun namanya tetep penjara….
    Makassar memang punya tempat istimewa dalam sejarah Indonesia…

  9. semoga blogku yang sekarang jadi tempat iseng bisa jadi sejarah juga ya.. hihih 😀
    Kakak!! same w/ cipu. I saw you at PB 2009, but you seemed so busy that I didn’t address you.

  10. Ga ada tiket, ga ada guide, tapi jadi terbaik di ASIA.. hmm.. sounds interesting.. mungkin nonadita bisa eksplore lebih jauh tuh dit..

    kok bisa ya. dana dari pemda mungkin tinggi kali ya utk perawatannya.

  11. haaaa…itu dikota kelahiranku…apa kabar makassar?
    aku kangen banget loh pengen jalan2 di sana
    duluuu banget aku suka main2 ke benteng ini waktu kecil
    kalau hari minggu dari rumahku aku kana berjalan kearah pantai dan menjelajahi si benteng ini…

  12. wah, referensi liburan yang menarik sepertinya.
    bosen juga kalo di kota ane benteng cuma vredeburg (jogja), jadi pengen liat2 benteng yang lainnya juga…

Leave a Reply to nengjeni Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Are you human? * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: